Hikayat Sebuah Senyuman
![]() |
| Hikayat Sebuah Senyuman |
Rasa pahit belum juga mereda, sentuhan demi sentuhan kian datang memeluk tubuhku. Aku merasakan klimaks kebuntuan yang demikan dahsyat.
Anggaplah malam ini, aku lagi-lagi mengerjakan pekerjaanku untuk berusaha tidur secepat mungkin. melupakan sejenak peristiwa jumat siang dan menjalar menusuk menjadi derma kehilangan ruh dalam raga yang kian kerontang ini.
Berusaha keras namun tak kunjung mengeras seperti yang pernah kujanjikan.
Tidak ada lagi senyuman yang dapat aku berikan untuk hidup panjangku ini. Awalan yang menegakkan sebuah harapan di senyuman mereka, kini berubah menjadi kekecewaan yang begitu besar. aku begitu tega merenggut harapan dan senyuman itu. Akulah orang paling kejam diseluruh jagat raya ini. akulah cerita sebuah legenda yang belum tentu kebenarannya tapi benar-benar terjadi dimasa sekarang.
Jika tuhan berniat membunuhku maka bunuhlah aku, lakukan apa saja terhadap tubuhku yang memang layak untuk dihukum sedahsyat apapun. Inilah buah dari senyumanku beberapa waktu lalu. walau bagaimanapun semua sudah terjadi, semua hanya dapat dinikmati.

0 komentar:
Posting Komentar