Kali ini saya akan berbagi tips Hal yang Harus Dihindari Dalam pembuatan Skenario, tips ini dibuat oleh mas Sonny Budi Hardjoko salah seorang senior di Grup Penulis Skenario dan Sutradara. Mudah-mudahan tips ini berguna untuk kita semua.
1. Ide cerita yang tidak menarik
Ide yang tidak menarik adalah ide yang tidak punya konsep, ide yang kurang punya nilai jual, ide yang sudah sering diproduksi. Contoh : “Seorang bapak miskin yang ingin naek haji.” Kalau ide cerita hanya sebatas ini tanpa didukung ironi dan konflik yang kuat, ide cerita sama sekali tidak menarik. Coba dieksplore lebih dalam lagi seperti : “Demi mengejar mimpinya untuk naik haji , seorang bapak penjual bubur rela setiap hari menyisihkan penghasilannya yang sangat pas-pasan hal ini membuat ia dicemooh oleh orang2 karena dianggap mimpinya terlalu muluk2. Buatlah ide yang ketika orang tau pertama kali langsung berkata “Wow keren”. Paling gampang untuk tes nilai jual ide kita dengan meminta pendapat dari keluarga dan orang2 terdekat yang bisa memberikan penilaian secara objektif, jangan kasih ide kepada sesama penulis kalau belum kenal dekat karena dikhawatirkan ide kita dicuri atau biasanya sesama penulis ada faktor persaingan yang menjadikannya tidak lagi objektif.
2. Mengulang-ulang scene/adegan yang memberikan point yang sama.
Seringkali ditemui scene yang terus mengulang point yang sama, padahal untuk membuat cerita terus menarik, setiap scene harus menyampaikan hal yang baru dan berbeda dari scene sebelumnya. Misalnya scene untuk menunjukkan karakter utama jijik banget sama kecoak, cukup berikan satu scene saja yang menujukkan rasa jijiknya, contoh : karakter utama sedang makan sama teman2nya di kafe, tiba-tiba salah satu temannya iseng nunjukkin foto kecoak, karakter utama langsung muntah2 dan kabur dari kafe.
3. Karakter yang tidak menarik
Salah satu faktor terpenting pada sebuah cerita adalah karakter, karena karakter inilah yang akan kita tonton sepanjang film. Oleh karena itu, keberadaan karakter yang menarik pada sebuah film itu wajib hukumnya. Untuk bisa menciptakan karakter yang menarik diperlukan eksplorasi yang lebih detail, tonjolkan keunikan pada karakter yang akan membuat penonton tertarik. Contoh karakter2 yang punya ciri khas, seperti Lupus : suka makan permen karet, ngocol, genit sama cewek, kreatif dan perhatian sama keluarga.
4. Scene/Adegan yang tidak menyampaikan point (pointless)
Merujuk pada point nomer 2, setiap scene harus menyampaikan sesuatu yang membuat cerita bergerak maju. Untuk membuat scene yang punya point hal ini berkaitan dengan plot. Sebelum menulis draft skenario, harus sudah ada konsep plot yang matang dan menarik dari awal hingga akhir film.
5. Scene/Adegan yang tidak mempunyai konflik
Sebuah scene tanpa konflik bagaikan sayur sop tanpa garam jadinya hambar, tanamkan konflik pada setiap scene. Yang dimaksud konflik tidak harus selalu dengan konflik besar seperti orang marah2 dll, tetapi bisa dengan konflik kecil seperti seorang Ibu yang lupa bikinin anaknya mie goreng padahal anaknya minta mie rebus.
6. Konflik yang tidak penting
Jangan membuat konflik yang tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan karakter dan jalan cerita, seringkali untuk membuat film tetap menarik penulis memaksakan memasukkan konflik sebanyak2nya pada scene, tetapi hal ini akan jadi membosankan kalau konflik tidak kaitannya dengan alur cerita.
7. Cerita yang tidak fokus
Sama seperti point 6, alur cerita yang tidak fokus akan membuat penonton cepat bosan, karena alur itu dibentuk untuk membangun emosi/mood penonton. Membuat alur cerita yang tidak fokus sama halnya meruntuhkan grafik emosi yang sudah terbangun.
8. Karakter utama tidak berani mengambil resiko
Penonton suka dengan karakter yang berani mengambil resiko dan berjuang untuk mewujudkan keinginannya. Jadi hindari karakter yang datar dan tidak banyak melakukan aksi.