Buronan Film, Kompetisi Film Maker Terbesar di Indonesia

Tanggal 25 Desember 2013 kemarin telah dibuka sebuah Kompetisi untuk para Filmaker Indonesia. Mereka ditantang untuk mengirimkan ide cerita yang paling keren untuk diseleksi. Dan kalau menang 3 buah ide cerita tersebut akan didanai uang produksi sebesar 500jt, Menarik bukan ?
Sejak dibuka kemarin sampai saat ini Buronan Film sudah menerima 100 lebih ide cerita yang akan diseleksi setengahnya untuk masuk ke babak berikutnya tanggal 12 Februari 2014 nanti. Dibabak kedua, Filmaker ditantang untuk membuat Konsef Trailer dari ide cerita tersebut dan 3 trailer terbaik yang dipilih melalui sistem Voting akanjatuh sebagai pemenang
Dan kebetulan saya pribadi ikut serta dalam kompetisi tersebut,saya sudah mengirimkan 2 ide ceita saya Senandung Saat Hujan dan Pulau Impian. Dan berikut akan saya bagikan Short Synopsisnya

Senandung Saat Hujan

Film ini berlattar Budaya yang kental disebuah kampung dikota Bintuhan Bengkulu tahun 1993, Bercerita tentang seorang remaja bernama Hasan yang dijuluki Manusia Pencinta hujan oleh teman-temanya. Saat hujan,dikampung tersebut sering terdengar suara Flute/Suling dengan irama yang sangat menyedihkan. Orang-orang kampung percaya bahwa Flute/suling tersebut dimainkan oleh Puyang Suling, Tua-tua adat mereka yang sudah lama meninggal beratus-ratus tahun yang lalu. Karena tidak percaya dengan hal mistis, akhirnya Hasan memberanikan diri untuk mencari sumber suara Flute/Suling tersebut. Ia berlari menembus hujan kearah persawahan dan akhirnya menemukan sebuah anjung kecil dipinggiran sawah, didalamnya terlihat seorang bapak tua yang sedang memainkan Flute/Suling. Ternyata bapak tua itulah yang selama ini memainkan Flute/Suling dengan nada-nada menyedihkan saat turun hujan. Namanya Pak Ocak dia Merantau ke Bintuhan diajak salah seorang warga desa untuk menjaga kebun dan sawahnya. Seluruh anggota keluarganya meninggal dunia direnggut bencana Tanah longsor dikampung asalnya Jawa Tengah. Dia tinggal sendirian dipinggiran sawah yang jauh dari rumah penduduk.

Setelah penemuan itu, Saat turun hujan Hasan selalu mengajak teman-temannya Dedi, Udin, Rusli, Mira dan Bunga pergi ke Anjung Pak Ocak untuk menikmati hujan sambil ditemani dengan alunan suara flute/suling. Lama kelamaan Hasan dan teman-temanya jadi semakin akrab dengan Pak Ocak. Anjung Pak Ocak dijadikan rumah kedua Bagi mereka. Berbagai macam kisah terjalin disana mulai dari kisah cinta dedy dan mira yang dilarang oleh kedua orang tua mereka,Sampai kisah hasan sendiri yang diam-diam menaruh hati pada Bunga. Mereka bersama-sama bermimpi untuk merantau kejakarta, merancang sebuah bisnis yang akan mereka jalankan bersama-sama. Namun kehadiran Abi membawa pengaruh buruk dalam persahabatan dan mimpi-mimpi mereka. Terutama untuk hasan, Bunga yang dulunya punya sinyal-sinyal cinta untuk Hasan,sekarang seperti sudah berubah haluan. Ia menjadi semakin dingin terhadap hasan. Hal itu membuat Hasan yang dulunya punya sejuta alasan untuk mengungkapkan rasa cintanya,berubah menjadi sebuah keraguan yang besar. Tidak sampai disitu saja, Abi juga memfitnah hasan atas sebuah tuduhan yang menyebabkan teman-temannya termasuk orang yang teramat ia cintai menjauh dari kehidupannya. 

Hari-hari Hasan menjadi semakin kelam, Ia bukan hanya kehilangan orang yang teramat ia cintai tetapi lebih dari itu ia juga kehilangan sahabat-sahabat terbaiknya. Hasan sudah berulang kali menjelaskan semuanya tetapi rasa benci mereka sudah membutakan segalanya. Mimpi Hasan hancur, Mimpi mereka untuk merantau kejakarta sudah digantikan secara sepihak oleh teman-temanya. Mereka telah membuat mimpi baru untuk menjalankan bisnis di Kota Bengkulu tanpa Hasan. Hal itu bagai sebuah kiamat bagi hidup hasan, Ia menjadi orang yang kehilangan cahaya hidup. Semua mimpi-mimpi besarnya hancur berkeping-keping. Ia tidak bisa merantau kejakarta sendirian karena mengidap sebuah penyakit kronis. Setelah kepergian sahabat-sahabatnya, Hasan Jatuh sakit karena beban pikiran yang teramat berat. Berhari-hari ia terbaring lemah ditempat tidur. Sampai pada suatu sore, Hujan mengguyur kampung halamanya. Namun, Flute/Suling yang biasanya tidak pernah absent bersenandung saat turun hujan, Sore itu tidak terdengar sama sekali. Hasan yang diliputi rasa penasaran kemudian mengumpulkan tenaganya yang masih lemah,untuk pergi ke Anjung Pak Ocak. Betapa kagetnya ia setelah melihat Pak Ocak sudah terbaring kaku dan membusuk disudut anjung. Rupanya Pak Ocak sudah meninggal beberapa hari yang lalu,tapi tidak seorangpun yang mengetahuinya. Ia tinggal sendirian dan posisi anjungnya jauh dari rumah penduduk sehingga jauh dari hiruk pikuk warga. 

Hidup hasan menjadi semakin kelam,Ia sudah kehilangan Mimpi, Sahabat , Orang yang sangat ia cintai dan kini ia juga juga harus kehilangan senandung yang selalu ia dengarkan saat turun hujan. Ditengah kegalauan hatinya, Akhirnya hasan memutuskan untuk pergi diam-diam merantau ke Jakarta Berbekal uang dan perhiasan yang ia curi dari lemari Ibunya. Ia berjuang mati-matian mewujudkan mimpi besarnya sendirian bertahun-tahun tanpa pernah teringat jalan pulang. Akhirnya,Setelah 10 tahun merantau Hasan pulang kembali ke kampung halamanya. Banyak yang sudah berubah dari kampung dengan hujan paling indah tersebut. Selain anjung Pak Ocak yang sudah runtuh dimakan usia,Ibunya ternyata sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit-sakitan memikirkan hasan. Budaya yang kental dari kampungnya juga sudah banyak yang luntur, digantikan dengan budaya modern yang sulit untuk dicegah. Hasan juga Akhirnya dipertemukan kembali dengan Bunga, Namun sayang saat bertemu bunga tampak sudah menggandeng anak-anak dan suaminya.

Pulau Impian

10 Orang dengan lattar belakang hidup yang berbeda-beda memutuskan untuk meninggalkan kehidupan lama mereka dan ingin memulai kehidupan yang benar-benar baru. Mereka berlayar mencari pulau yang tidak berpenghuni dipenjuru dunia untuk mereka tinggali dan memulai kehidupan dari nol disana. Tapi misi mereka tidak mulus, Mereka terjebak dalam sebuah petualangan yang sangat mengerikan. Pulau pertama yang mereka temukan ternyata adalah pulau yang dulunya sebuah kota besar yang maju,Beratus-ratus tahun yang lalu pulau tersebut dilanda bencana Tsunami Dahsyat yang menyebabkan kota itu hancur. Yang tersisa dari pulau tersebut adalah Hantu dari para penduduk korban Tsunami yang mengancam kehidupan mereka disana. Beruntunglah mereka bisa melarikan diri dari pulau berhantu tersebut. 

Melanjutkan perburuan, Selang beberapa hari kemudian mereka berhasil menemukan pulau lain. Sayangnya,Pulau yang kelihatan kosong dan tidak berpenghuni tersebut, ternyata dihuni oleh manusia kerdil pemakan sesama manusia/kanibal. 3orang dari mereka disiksa dan dimakan hidup-hidup oleh manusia kanibal tersebut. Beruntung 7 Orang yang tersisa selamat dan kembali berhasil melarikan dan diri dari pulau kanibal tersebut. Walaupun mereka sudah kehilangan 3 orang anggota Mereka tetap tidak berputus asa dan kembali melanjutkan perburuan mencari pulau impian. Sebulan berlayar mengarungi samudera Akhirnya mereka menemukan sebuah pulau yang sangat indah, Pulau itu ditumbuhi banyak bunga-bunga dan buah-buahan seperti surga. Akhirnya tanpa banyak pertimbangan mereka sepakat untuk menetap dipulau surga tersebut. 

Sebulan hidup di pulau surga membuat mereka benar-benar berhasil melupakan kehidupan lama mereka, Hari-hari mereka penuh dengan kegembiraan. Namun, kegembiraan itu ternyata tidak berlangsung lama. Saat sedang menggali tanah, Salah satu dari mereka menemukan sebuah peti besar yang berisi perhiasan dan uang. Peti tersebut ternyata adalah milik komplotan mafia yang berencana ingin membuat kerajaan pribadi di pulau tersebut . Mereka dihadapkan pada dua pilihan. Menyerah dan pergi meninggalkan Pulau Surga Atau Melawan Komplotan mafia untuk memperjuangkan Pulau Surga tersebut. Dan Atas berbagai macam pertimbangan akhirnya mereka memutuskan untuk melawan komplotan mafia tersebut. Mereka memanfaatkan bambu dan membuat banyak jebakan serta trick-trick cerdik untuk melumpuhkan musuh. Perjuangan mereka ternyata tidak sia-sia, Dalam beberapa jam akhirnya komplotan mafia tersebut berhasil mereka lumpuhkan. Namun, Dari perjuangan yang berat itu akhirnya mereka sadar akan satu hal bahwa “Sebesar apapun masalah dalam hidup, Mereka harus berani menghadapinya dan berjuang untuk menyelesaikan masalah tersebut”. Mereka menyesal telah menjadi seorang pecundang yang lari dari kenyataan. Dan dengan semangat yang baru akhirnya mereka pergi meninggalkan pulau surga dan kembali ke kehidupan lama mereka untuk menyelesaikan satu persatu masalah hidup mereka.

MOHON BANTUAN DOANYA YA BIAR MENANG ! HEHHEE

0 komentar:

Posting Komentar