Broadcasting Dan Mimpi Besarku

Broadcasting Dan Mimpi Besarku
Dulu tidak pernah terpikirkan sama sekali bahwa dihari ini dan hari-hariku selanjutnya kata Broadcasting tidak pernah terlepas dariku.
Broadcasting dimataku  adalah suatu hal yang mewah,dimana terdapat berbagai macam cerita dan fakta yang dulunya sangat jauh dari pemikiranku.
Dari kecil sebenarnya saya tertarik untuk bekerja sebagai pekerja seni yang sering saya lihat di berbagai media. Hanya saya lebih menyenangi untuk berada didepan layar. Sebuah impian yang sangat besar hingga pada pada akhirnya akupun mengakhirinya sendiri karena hal itu sungguh sangat jauh sekali untuk digapai.

Semakin kedepan akhirnya saya mempunyai ketertarikan khusus pada orang-orang yang berada dibalik layar,entah itu para wartawan yang bekerja mencari dan membuat berita,Kameraman yang selalu siap siaga mencari frame yang paling tepat dan mempunyai nilai seni ataupun para sutradara film yang mengarahkan semua kru untuk menghasilakan film yang berkualitas.
Dunia broadcasting dimataku semakin menjadi-jadi ketika melihat tayangan Behind the scene sebuah film ataupun para kru Trans Corp yang sering sekali dimunculkan didepan layar entah disengaja atau tidak yang jelas itu keren sekali. Mulailah kemudian aku membayangkan betapa indahnya apabila aku berada diantara orang-orang kreatif tersebut,Mengeluarkan ide-ide untuk sebuah mahakarya dan bekerja dengan sepenuh hati layaknya sedang menyalurkan hobi.

Dari semua bidang kemungkinan pekerjaan yang akan aku dapatkan didunia Broadcasting ada 3 tugas yang menurutku paling mencerminkan sosok recky. Yakni sebagai Sutradara Film,Penulis Cerita Film Dan Penyiar Radio. Aku akan menceritakanya satu-persatu dimulai dari mengapa aku memilih Sutradara dan Penulis cerita film/Skenario. Bagian itu Aku pilih karena dari kecil juga aku sudah sering berandai-andai seandainya suatu saat aku bisa membuat sebuah film dengan ide cerita dan konsef film dari otakku sendiri. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana gagahnya aku mengarahkan Para aktor dan aktris untuk berakting sesuai dengan keinginanku, kameraman mencari frame yang terbaik atas arahan seni dariku dan yang terpenting alur cerita dalam film tersebut 100% aku yang buat. Sungguh tak juga bisa terbayangkan betapa bangganya aku saat Film itu ditayangkan dibioskop pada bagian awal film terpampang tulisan “Sebuah Film Karya Reki Jayusman” dan setelah pemutaran perdana film tersebut banyak orang yang ingin bersalaman dengan saya dan sambil menepuk pundak mereka berkata “Luar biasaaaaaa Film anda bagus sekali,Gak nyangka ternyata orang indonesia bisa membuat film sebagus ini” hehehhee

Selanjutnya mengapa aku menyukai Penyiar Radio tidak lain adalah kecintaanku pada dunia musik dan keinginanku untuk berbagi musik kepada semua orang. Mimpi Menjadi penyiar radio sebenarnya sudah terwujudkan. Dulu sebelum aku  melanjutkan study di bidang broadcasting, aku terlebih dahulu sudah bekerja sebagai penyiar radio dan Music Director disalah satu radio lokal di Bengkulu. Aku sangat menikmati pekerjaan saya tersebut dan juga mulai bermimpi lagi untuk mendapatkan pencapaian yang lebih tinggi lagi sebagai penyiar radio besar bukan hanya sebatas di Bengkulu yang pendengarnya bisa dihitung jari.

Berkecipung didunia Broadcasting boleh dibilang sudah menjadi Mimpi Besarku saat ini. Entah mengapa saat berkenalan dan mendalami dunia ini,Aku menjadi tidak mempunyai ketertarikan di bidang lain. Entah itu dunia Politik yang rumit, PNS yang seolah menjadi dewa bagi masyarakat bengkulu,Dunia Farmasi yang banyak 90% teman sekelas SMA ku geluti. Semuanya bagiku terasa membosankan dan aku rasa hidupku memang tidak dilahirkan untuk bergelut dengan hal-hal yang minim seni tersebut.
Mudah-mudahan mimpi besarku didunia broadcasting tersebut bisa tercapai dan aku bisa mewujudkan salah satu dari 3point yang telah aku sebutkan diatas. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada dunia ini dan aku tidak akan tahu bagaimana rasanya jika dunia ini hilang dari kehidupanku. Sudah barang tentu aku akan seperti mayat hidup. Yang hidup diperbudak oleh atasan dengan pekerjaan berat memecah batu dengan tangan,Sungguh sangat tidak mungkin akan aku jalani. Aku ingin hidup dalam seni dan menjalankan pekerjaan sesuai dengan bagaimana kehendak dan keinginanku.
Semoga Dunia Broadcasting bisa kupeluk sampai akhir hayatku ............

0 komentar:

Posting Komentar